19 Tahun Pasca Tsunami Aceh, Masyarakat, Mahasiswa dan Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh Tanam Manggrove di Lamteungoh

19 Tahun Pasca Tsunami Aceh, Masyarakat, Mahasiswa dan Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh Tanam Manggrove di Lamteungoh

Gampong Lamteungoh, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu (20/9) 2023

LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH – Dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Aceh melaksanakan program pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Gampong Lamteungoh, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu (20/9) bulan lalu

Kedatangan dosen dari Poltekkes Kemenkes Aceh disambut oleh Sekretaris Desa mewakili Keuchik Lamteungoh yang sedang dinas luar, Akmal Maulana bersama masyarakat dan perangkat Gampong setempat.

Syahrizal, sebagai ketua tim pengabdian masyarakat dan dosen dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh mengatakan, program pengembangan  desa mitra yang dilaksanakan merupakan kewajiban dosen dalam melaksanakan tri darma perguruan tinggi salah satunya adalah pengabdian masyarakat. 

“Salah satu fokus kami adalah memberikan edukasi tentang mitigasi bencana wilayah pesisir, dimana dengan adanya program ini masyarakat kita harapkan memiliki kemampuan untuk merespon dan meminimalkan resiko terhadap peristiwa yang mungkin timbul terhadap lingkungan sekitarnya dengan cara rasional, terkontrol pada situasi sedang tidak terjadi bencana,” katanya. 

Kata dia, Mitigasi bencana  dapat dilakukan dengan memanfaatkan penanaman pohon mangrove di wilayah pesisir. Di dalam undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulang bencana,  migitasi didefinisikan sebagai serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pengenalan dan pemantauan risiko bencana, perencanaan partisipatif penanggulangan bencana, pengembangan budaya sadar bencana, peningkatan komitmen terhadap pelaku penanggulangan bencana dan penerapan upaya fisik, nonfisik, maupun penyelenggaraan pendidikan, penyuluhan, dan pelatihan baik secara konvensional atau modern. 

Pengetahuan yang dimiliki seseorang tidak secara mutlak dipengaruhi oleh pendidikan karena pengetahuan juga dapat diperoleh dari pengalaman masa lalu. Sembilan belas tahun pasca tsunami  Aceh tahun 2004 menjadi pengalaman dalam mengembangkan budaya sadar bencana  dengan menanam pohon mangrove di wilayahnya.

Sementara itu, Sekdes Lamteungoh, Akmal Maulana dalam sambutannya menyambut baik kedatangan dosen dari Poltekkes Kemenkes Aceh dalam rangka melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui program pengembangan desa mitra.  “Salah satu persoalan di Gampong Lamteungoh meliputi masalah abrasi, gelompang pasang  dan pendapatan masyarakat yang berkurang dibandingkan sebelum tsunami disebabkan hutan manggrove banyak yang tergerus air laut,” kata Akmal.

Sekdes Akmal Maulana juga berharap, program pengembangan desa mitra  yang dilaksanakan oleh tim dosen dari Poltekkes Kemenkes Aceh bermanfaat bagi masyarakat Gampong Lamteungoh, sehingga gerakan sadar dalam penanaman manggrove bisa dibudayakan dalam  kehidupan sehari-hari.

Setelah memberikan edukasi, dosen Poltekkes Aceh langsung melaksanakan penanaman 1000 pohon manggrove di Gampong Lamteungoh, pada zonasi yang telah ditentukan bersama  warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *