
113 Mahasiswa Jurusan Kesling Poltekkes Aceh Praktik Belajar Klinik di 11 Puskesmas Kota Banda Aceh
Selamat Datang Kapus dan CI Puskesmas, Penguatan Kolaborasi Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan
Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh menyambut dengan hangat kedatangan Kepala Puskesmas dan para instruktur dari Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dalam rangka mendukung pelaksanaan Praktik Belajar Klinik (PBK) mahasiswa Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini merupakan bagian strategis dari proses pendidikan vokasi kesehatan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman profesional di wahana pelayanan Kesehatan demikian sambuatan ketua jurusan Kartini, SKM, MT
Turut Hadir Ka. Puskesmas dan Intruktur dari 11 Puskesmas, juga hadir sekretaris jurusan dan kaprodi Sanitasi Lingkungan serta sekprodi sanitasi, Pelaksanaan PBK melibatkan 113 mahasiswa, terdiri atas 43 mahasiswa Program Studi Sanitasi dan 70 mahasiswa Program Studi Sanitasi Lingkungan. Seluruh mahasiswa akan ditempatkan pada 11 Puskesmas di bawah Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dan melaksanakan praktik selama 4 minggu. Pengaturan penempatan dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan yang terstruktur, terarah, dan relevan dengan capaian kompetensi masing-masing program studi.
Praktik Belajar Klinik sebagai Pembelajaran Berbasis Pengalaman

PBK tidak diposisikan semata-mata sebagai kegiatan penempatan mahasiswa di fasilitas pelayanan kesehatan, melainkan sebagai proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Mahasiswa diarahkan untuk menghubungkan teori, konsep, dan keterampilan yang telah dipelajari di lingkungan kampus dengan kondisi nyata di Puskesmas. Melalui proses tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan observasi, identifikasi masalah, analisis risiko, komunikasi, pengambilan keputusan, kerja sama tim, dokumentasi, serta penyusunan rekomendasi berbasis data.
Dalam perspektif kesehatan lingkungan, pengalaman di Puskesmas menjadi penting karena mahasiswa berhadapan langsung dengan berbagai aspek pencegahan penyakit dan pengendalian faktor risiko lingkungan. Pembelajaran dapat mencakup pengamatan dan penilaian sanitasi lingkungan, higiene sanitasi, pengelolaan air dan limbah, pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit, promosi kesehatan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan lain yang relevan dengan program pelayanan kesehatan di Puskesmas.
Sinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dan Puskesmas
Keterlibatan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Kepala Puskesmas, dan instruktur lapangan merupakan unsur penting dalam menjamin mutu pembelajaran klinik/lapangan. Instruktur tidak hanya berfungsi sebagai pembimbing teknis, tetapi juga sebagai role model profesional yang membantu mahasiswa memahami budaya kerja, etika pelayanan, standar operasional, komunikasi dengan masyarakat, keselamatan kerja, dan tanggung jawab tenaga kesehatan.
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi bentuk nyata penguatan link and match pendidikan vokasi dengan dunia kerja. Masukan dari Puskesmas menjadi bahan penting bagi institusi dalam memastikan kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Pada pelaksanaan PBK Tahun Akademik 2026/2027, sebanyak 113 mahasiswa dari dua program studi akan mengikuti kegiatan selama empat minggu di 11 Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Komposisi peserta terdiri atas 43 mahasiswa Program Studi Sanitasi dan 70 mahasiswa Program Studi Sanitasi Lingkungan.
| Komponen | Jumlah/Keterangan | Durasi |
| Program Studi Sanitasi | 43 mahasiswa | 4 minggu |
| Program Studi Sanitasi Lingkungan | 70 mahasiswa | 4 minggu |
| Total peserta | 113 mahasiswa | 4 minggu |
| Wahana praktik | 11 Puskesmas | 4 minggu |
Kompetensi dan Profesionalisme Mahasiswa
Selama empat minggu pelaksanaan PBK, mahasiswa diharapkan menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, komunikatif, adaptif, dan menjunjung tinggi etika profesi. Setiap kegiatan diarahkan untuk menghasilkan pengalaman belajar yang dapat dipertanggungjawabkan melalui logbook, dokumentasi, hasil observasi, laporan, dan evaluasi pembimbing.
Pembelajaran juga diarahkan agar mahasiswa mampu melihat persoalan kesehatan lingkungan secara sistemik. Mahasiswa tidak hanya mengidentifikasi adanya masalah, tetapi belajar menelusuri faktor penyebab, menentukan prioritas berdasarkan risiko, mengidentifikasi sumber daya yang tersedia, serta merumuskan alternatif pemecahan masalah yang realistis dan sesuai dengan konteks pelayanan kesehatan primer.
Komitmen Bersama untuk Mutu Lulusan
Pelaksanaan PBK di 11 Puskesmas merupakan wujud komitmen bersama untuk membangun ekosistem pembelajaran yang menghubungkan kampus, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga profesional, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja sekaligus meningkatkan relevansi pendidikan kesehatan lingkungan dengan kebutuhan pembangunan kesehatan.
Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Kabid, seluruh Kepala Puskesmas, instruktur, pembimbing lapangan, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan PBK. Dukungan dan kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan kesehatan lingkungan yang kompeten, profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perlindungan kesehatan masyarakat. @rjs












